Category Archives: Suzuki

Suzuki Ignis 2017 di Indonesia

IGNIS hadirkan desain baru bercita rasa SUV yang sporty dan stylish. Membuatnya tampil menonjol di antara para pesaingnya. Memasuki kabin IGNIS, kesan lapang, modern, unik, futuristik, dan nyaman langsung terasa. Ditambah lagi detail-detail berkelas dan sporty. IGNIS sebagai sebuah generasi baru Urban SUV, berikan fitur-fitur berkelas. Mendukung mobilitas perkotaan yang dinamis baik dari sisi kenyamanan, keamanan dan juga power. Melalui berbagai teknologi terkini, IGNIS berikan ketenangan serta kenyamanan saat berkendara.

Suzuki siap brojolkan pesaing NMax, metik 180cc?

tkperahu_darwinonkyeudiyd

Menyadur dari blogger kondang Aripitstop:

“Sabtu 25 maret 2017 dalam acara Suzuki Bike Meet 2017 di puncak bogor, Yohan Yahya 2W Dept.Head Marketing & Sales SIS menjawab pertanyaan para awak media tentang kehadiran sang matic. Yohan Yahya membenarkan akan adanya motor matic ini, dan masih diracik di jepang. ”Hadirnya GSX Series membuat suzuki berkomitmen untuk bangkit, ini benar2 diluar gugaan kami. Kemarin kami sudah ke jepang untuk melihat model yang akan dirilis di indonesia kedepannya. Dan iya, sudah ada proyek motor tersebut, tunggu saja…” ungkapnya.

Dan bocoran yang kemarin memiliki tenaga yang lebih powerfull dari kompetitornya, ternyata motor ini diinfokan akan menganut kapastias mesin hingga 180cc, wow… dengan penambahan fitur2 dan yang mencengangkan adalah motor ini harganya akan dipepetkan dengan Yamaha Nmax, sadiiiz…!, lebih keren kalau harganya dibawah Nmax, persaingan semakin panas.”

Layak tunggu walaupun NMax MRW sudah bore up ke 180cc he he.

gambar hanya pemanis sewaktu ke Tangkuban Perahu 🙂

 

Ramai lagi motor sport berfairing 150cc

Setelah MRW dulu punya CBR150 keluaran Thailand tahun 2013 dengan warna RWB, sekarang ini sedang ramai model apdet atau all new di grup 150cc sport berfairing ini sebutlah sang CBR150 yang sudah beberapa kali apgret. Tidak ketinggalan dari Yamaha dengan dengan R15 v3 2017 nya serta Suzuki dengan GSX-R150.

motorcycle-wallpaper-outstanding-honda-cbr-150-wallpaper-2013

Suka tidak suka, segmen ini menjadi segmen penghubung penggemar motor sport untuk sebelum naik ke segmen yang lebih bear seperti 250cc, 500cc, 650cc dan seterusnya.

Faktor sukanya karena harganya masih dianggap ekonomis (terjangkau) dan ada sajian format DOHC vs SOHC serta secara bentuk tidak kalah dengan versi mesin lebih besarnya.

WRB sendiri jujur menunggu XMAX250 segera dipasarkan, karena penaran dengan segmen metik 250cc baru yang dibuat Yamaha ini walaupun ada tipe sekelas dari pabrik lain semacam Kymco, Sym, dan Benelli

CBR150R terbaru

motor-aksesoris-cbr150r

Yamah R15 V3 2017 render Motoblast

r15v3

Suzuki GSX-R150

ciputih

Kita lihat perkembangannya di awal 2017, bagaimana tingkat persaingannya berapa tingkat laku atau penyerapan di konsumen.

Suzuki pelajari V-Strom 250 untuk Indonesia

2017-suzuki-dl250-v-strom-dl250al8_bje_diagonal-cmyk

Motor Suzuki V-Strom 250 yang diperkenalkan pada pameran motor EICMA 2016 di Milan. Motor tersebut ternyata diminati masyarakat Indonesia. Kira-kira motor tersebut bakal masuk ke Indonesia tidak ya?

“Itu yang dicari orang, iya nanti semakin banyak dicari orang kita masukin lah. Iya sejauh ini sedang kita pelajari, ya tentunya kan pada saat kita launch di sana (EICMA Milan) motor itu sudah menjadi motor yang istilahnya ditunggu-tunggu,” jelas Sales & Marketing 2W Departement Head PT Suzuki Indomobil Sales, Yohan Yahya menjawab pertanyaan detikOto di Jakarta akhir pekan kemarin.

Menurut Yohan segmen tersebut belum digarap oleh Suzuki. Sehingga pihaknya mempertimbangkan untuk mendatangkan motor tersebut ke Indonesia.

“Karena orang sudah tahu kalau V-strom itu kan dual purpose. Selama ini kan kita main di atas 650 cc. Segmen ini kan belum tergarap sehingga permintaan akan motor ini kan banyak, jadi sedang dipelajari,” tutur Yohan.

2017-suzuki-dl250-v-strom-dl250al8_cockpit-cmyk

Suzuki V-Strom 250 mengusung mesin empat tak dua silinder SOHC 248 cc berpendingin cairan. Mesin tersebut mampu menyemburkan tenaga hingga 24,7 daya kuda dan torsi 17,25 lb-ft.

Suzuki menyebut, mesin itu dioptimalkan untuk memaksimalkan tenaga di putaran menengah. Suzuki juga mengklaim bahwa motor ini menyajikan posisi riding yang nyaman dan memungkinkan pengendaranya memijak tanah dengan mantap.

Desain V-Strom 250 mengadopsi gaya khas kakaknya yaitu V-Strom 650 dan V-Strom 1000. Bedanya, V-Strom 250 menggunakan lampu berdesain bulat.

Suzuki menawarkan V-Strom 250 dengan tiga pilihan warna yaitu Pearl Nebular Black/Solid Dazzling Cool Yellow, Metallic Diamond Red dan Pearl Nebular Black.

(detikoto)

suzuki-v-strom-250-dl250-concept-561x374suzuki-v-strom-250-dl250-concept-revealed-561x374

Galeri:

2017 – banyak model motor baru sesuai harapan

images-4

Gema motor motor model baru di akhir 2016 ini ataupun di awal 2017 begitu menggairahkan dengan munculnya model baru.

Tersebut dari Yamaha berupa metik 150cc NVX dan sang 250cc XMax250. Sementara Kawasaki berupa model sinyaliran Versys 250cc!

Tidak ketinggalan Suzuki yang akan menghadirkan model fairing atau naked 150cc dan 250cc.

Di segmen metik, akan ramai juga dari pabrik Kymco dengan 125cc 150cc, 200cc dan 400cc. MRW sempat melihat penampakan konsumen yang menggunakan Kymco Racing 150i…mantab juga ternyata.

Honda tentu saja dengan CBR250RR nya yang akan mulai siap kirim. Ditambah varian Honda BeAt baru.

Sang KTM 200 dan 250cc sudah mulai ramai juga untuk pengiriman.

Layak ditunggu model-model tersebut penampakkan aslinya di jalan. Kesemua segmen diatas yang kubikasi 250cc kebawah yang pasarnya gemuk.

Warna Suzuki Inazuma 2016

Dari laman resmi Suzuki motor Indonesia, berikut apdet warna Suzuki Inazuma FI ini BLUE WHITE dan RED BLACK:
inazuma_c1inazuma_c2
SPESIFIKASI
Panjang 2.145 mm
Lebar 760 mm
Jarak Sumbu 1.430 mm
Jarak Pijak 165 mm
Tinggi Jok 780 mm
Berat Kosong 182 kg
Jenis 4 langkah, pendingin cair, SOHC
Isi Silinder 248 cc
Sistem Bahan Bakar Fuel Injection
Sistem Starter Listrik
Transmisi 6-speed constant mesh
Kapasitas Tangki 13.3 L
Suspensi Depan Teleskopik, per ulir, peredam oli
Suspensi Belakang Lengan ayun, per ulir, peredam oli
Rem Depan Cakram
Rem Belakang Cakram
Roda Depan 110/80-17M/C 57H
Roda Belakang 140/70-17M/C 66H
Velg Racing
Bandrol harga 49,5juta OTR Jakarta

Kapan ya versi seperti Versys atau CB500X untuk 250cc?

cb500x2016seken2

Tidak bosan MRW berwacana seperti hal diatas mengingat sampai sekarang belum ada satupun pabrik motor berskala besar seperti Honda, Yamaha dan Kawasaki serta Suzuki untuk meluncurkan segmen 250cc dengan model seperti Kawasaki Versys atau Honda CB500X.

Sederhana nya mungkin bisa menggunakan common engine dan frame motor yang sudah ada seperti Kawasaki Z250 atau Z250SL yang disainnya dirubha menjadi “Versys 250 satu atau dua silinder. Terlebih buat Honda sudah ada versi big nya di sang CB500X, tinggal menjadi CB250X,basis bisa dari CBR250R satu silinder atau bahkan dari CBR250RR yang terbaru!

ADVTOUR

Tentu saja perlu perubahan disain di windshield, shock breaker depan yang bisa meredam kondisi dual purpose dan asesoris pendukung lainnya. Contoh sederhana ada pda prototipe di motor Viar “250X”

Hanya penasaran saja bagaimana nantinya rentang pasar segmen ini, apakah para pabrikkan memganggap dengan dibuat versi nakednya dari versi fairing sudah mewakali. IDKAT…. 🙂

Tingginya Bea Masuk untuk Moge

Jakarta – Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea Cukai Kementerian Keuangan ‎angkat bicara perihal penyebab penutupan dealer PT Mabua Motor Indonesia. Manajemen Mabua Motor sebelumnya mengeluhkan tingginya tarif pajak dan bea masuk yang berdampak kepada bisnisnya.

Salah satunya terkait kenaikan pungutan bea masuk motor besar dari 30 persen menjadi 40 persen yang tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 132/PMK.03/2015.

Direktur Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai Ditjen Bea Cukai Sugeng Aprianto mengakui, pemerintah telah merevisi atau menyesuaikan tarif bea masuk pada Juli 2015. Perubahan ditandai dengan penerbitan PMK Nomor 132 Tahun 2015.

“Salah satu yang berubah adalah bea masuk untuk motor dalam kondisi CBU (non-CKD) di atas 250 CC yang sebelumnya 30 persen menjadi 40 persen. ‎Sementara untuk motor kondisi CKD tidak mengalami perubahan dalam rangka mendukung industri perakitan,” kata Sugeng saat dihubungiLiputan6.com, Jakarta, Rabu (10/2/2016).

Menurut dia, perubahan tarif bea masuk motor besar bukan tanpa alasan. Kenaikan tarif bertujuan meningkatkan investasi dan proteksi industri, termasuk industri kendaraan bermotor atau roda dua. ‎Sementara tarif bea masuk motor CKD tetap dipertahankan untuk mendukung industri perakitan.

Dalam menetapkan penyesuaian tarif dari 30 persen menjadi 40 persen, diakui Sugeng merupakan usulan dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Kemudian selanjutnya dibahas dalam tim tarif nasional atau lintas kementerian/lembaga untuk ditetapkan kenaikan tarif yang tepat.

“‎Jadi nanti jika ada usulan baru (relaksasi tarif) dari kementerian/lembaga, maka Kemenperin dan tim tarif nasional akan membahasnya lebih lanjut,” tutur Sugeng.

Sebelumnya, Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak Kementerian Keuangan Mekar Satria Utama sudah menanggapi keluhan dari manajemen agen penjualan Harley Davidson di Indonesia soal sejumlah pungutan bagi impor motor besar.

Mekar mengungkapkan, pengenaan pajak penghasilan (PPh) 22 impor dikenakan bagi Wajib Pajak importir yang melakukan impor motor gede (moge) dan dapat dikreditkan di SPT Tahunan PPh.

“Sedangkan pungutan PPh 22 barang sangat mewah untuk moge serta kenaikan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) memang bertujuan untuk membatasi konsumsi,” dia menjelaskan.

Dengan kata lain, pengenaan pajak-pajak tersebut akan berpengaruh terhadap harga jual motor Harley Davidson.

Menurut Mekar, hal itu dianggap wajar mengingat pembeli atau konsumen moge ini merupakan kalangan atas. “Kalau mau punya motor itu, ya harus membayar mahal,” tegas Mekar.

Selama ini, diakuinya, belum ada pengusaha atau perusahaan yang datang dan mengeluhkan tentang tarif pajak tersebut kepada Ditjen Pajak.

“Belum ada kok yang datang ke kami dan mengeluhkannya. Jadi  seharusnya pajak bukan menjadi alasan dari ketidakmampuan perusahaan bersaing atau efisiensi,” dia menambahkan.

Kata Mekar, pemerintah membuka kesempatan merelaksasi atau melonggarkan kebijakan, termasuk pungutan pajak apabila terbukti membebani dunia usaha. Namun semua itu perlu dilakukan kajian terlebih dahulu mengenai dampaknya.

“Kita terbuka kok, seperti PPN sapi kemarin yang sudah direvisi. Kalaupun minta direlaksasi, perlu dikaji dulu dampaknya sejauh mana tidak serta-merta hanya karena misalnya Dealer Harley tutup saja,” katanya.

Seperti diketahui, penutupan dealer PT Mabua Motor Indonesia di Iskandarsyah pada Oktober 2015 tak banyak membantu. Alih-alih melakukan efisiensi, agen Harley-Davidson justru tak kuat menahan beban.

Surat yang mengatasnamakan Presiden Direktur PT Mabua Harley-Davidson Djonnie Rahmat menyedot perhatian. Secara terang benderang, mereka mengaku tak kuat lagi menjual motor gede (moge) asal Amerika itu di dalam negeri.

Sebagaimana yang tertuang pada surat itu, ada banyak kendala yang harus dihadapi para pemain motor besar.

Tentu saja pelemahan rupiah terhadap dolar AS yang terjadi sejak 2013 membuat langkah perusahaan tertatih-tatih. “Sampai saat ini mencapai lebih kurang 40 persen (pelemahannya),” kata Djonnie.

Parahnya lagi, aturan yang diterbitkan pemerintah kian memperparah kondisi. Tarif bea masuk serta pajak terkait dengan impor dan penjualan besar makin membuat konsumen enggan membeli motor besar.

Djonnie menambahkan, ada empat aturan yang selama ini memberatkan importir motor besar, yakni:

PMK No 175/PMK.011/2013 tentang Kenaikan Tarif PPh 22 Import dari 2,5 persen menjadi 7,5 persen;

PP No 22 Tahun 2014 tentang Kenaikan Pajak Penjualan Barang Mewah dari 75 persen menjadi 125 persen;

PMK No 90/PMK.03/2015 tentang Penetapan Tarif PPh 22 Barang Mewah untuk Motor Besar dengan Kapasitas Mesin di Atas 500 cc dari 0 persen menjadi 5 persen; dan

PMK No 132/PMK.010/2015 tentang Kenaikan Tarif Bea Masuk Motor Besar dari semula 30 persen menjadi 40 persen.

“Total keseluruhan pajak untuk importasi motor besar mencapai hampir 300 persen, tidak termasuk bea balik nama dan lain-lain. Faktor-faktor di atas telah mengakibatkan kelesuan pasar serta penurunan minat beli,” tutur Djonnie. (Fik/Nrm)

“Naked bike” – frasa yang sudah lama

“Naked Bike” adalah ungkapan yang muncul beberapa tahun yang lalu. Ini menggambarkan kategori mesin yang sebenarnya hanya besar, sepeda motor konvensional tanpa fairing atau plastik penutup. Apa yang istimewanya?

Biker Jepang memulai
Meskipun sepedamotor fairing yang kembali cukup istimewa pada tahun delapan puluhan, popularitasnya tumbuh dengan cepat dan menjadi pemandangan umum. Pengendara mencari individualitas ingin kembali ke “mesin logam nyata”, dengan penampilan yang sederhana dan dasar mereka. Bikers Jepang merubah mesin supersport mereka di awal tahun sembilan puluhan dengan menghapus fairing, pasang setang yang lebih tinggi dan membuat modifikasi lainnya. Para produsen segera mengakui ini sebagai tren baru dan motor yang diluncurkan seperti Yamaha XJR400 dan Suzuki Bandit 400 yang menjadi sangat populer. Model naked bike ini kemudian merambah Eropa beberapa tahun kemudian, dan produsen terkemuka meluncurkan berbagai macam motor naked bike besar.

Motor besar untuk Eropa
Yamaha XJR 1200 dan Suzuki Bandit 1200 adalah dua dari yang pertama naked bike besar yang diperkenalkan ke Eropa, dan mesin paling populer di kelasnya. Kemudian Ducati menciptakan konsep mereka sendiri dengan model Monster, dan sejak itu model lain mengikuti. Kawasaki awalnya meluncurkan model Zephyr mereka yang menampilkan lebih menekankan pada penampilan klasik, dan model ini diikuti oleh seri ZXR yang lebih sporty. Honda meluncurkan konsep naked-nya pada model X11 di Paris, dengan penekanan pada penampilan modern. Triumph membuat campuran antara streetfighter dan naked bike dengan model Speed Triple, dan BMW meluncurkan R 1100 R dengan mesin boxer baru dirancang sebagai konsep modern / tradisional lebih lanjut. Cagiva memperkenalkan interpretasi mereka sendiri melalui konsep Raptor yang jauh lebih sangat bergaya.

Hanya sepeda motor pola dasar
Dari sudut pandang teknik tidak ada yang luar biasa tentang naked bike.
30 tahun yang lalu hampir semua sepeda motor baru modelnya naked. Fairings dan clip-on setang untuk motor tersedia sebagai aksesoris, dan ini hanya ditemukan pada mesin-mesin khusus yang dimiliki oleh penggemar nyata. Dengan kemajuan teknologi, kinerja dan kecepatan tertinggi sepeda motor meningkat, dan produsen menyadari bahwa mereka harus menawarkan perlindungan angin. Pada awalnya beberapa produsen memperkenalkan setengah fairing pada mesin lebih cepat, dan ketika kelas supersport tumbuh pesat di tengah tahun delapan puluhan, fairings penuh mulai dipasang sebagai perlengkapan standar di segmen ini.

Suzuki Gixxer SF India – kapan disini???

gixxer-sf-landing-page-banner

Suzuki Gixxer SF premium adalah sepeda motor 155cc berfairing yang telah dikembangkan di terowongan angin yang sama di mana legendaris mesin Hayabusa, GSX-R dan MotoGP dikembangkan. Fairingnya telah dirancang untuk memberikan perlindungan angin maksimum untuk pengendara, mengurangi turbulensi dan hambatan, sehingga memberikan efisiensi aerodinamis besar.

Setiap fitur dari Gixxer SF baru ini dirancang untuk memberikan tampilan sporty dan premium – dari aluminium sampulnya futuristik knalpot end, indikator clear lens baru dan garis-garis pada roda memberikan tampilan yang tajam & edgy, dijamin untuk menarik semua sepeda motor pecinta!

Berat ultra-ringan dan mesin punchy bawah fairing ramping dari Gixxer SF telah didukung dengan teknologi yang mutakhir SEP yang memungkinkan Gixxer SF untuk memberikan kekuatan besar tanpa mengorbankan ekonomi bahan bakar.

Ditambah dengan gearbox lima kecepatan memberikan kinerja berjalan luar biasa dengan torsi low-end yang luas dan kekuasaan mid-range dinamis untuk akselerasi yang kuat yang memberikan pengendara yang mendebarkan dan naik luar biasa! New Gixxer SF ini dengan fitur tambahan pasti akan memberikan arti baru untuk pecinta balap.

Engine

Engine Type   4-Stroke, 1-Cylinder, Air-cooled
Valve System   SOHC, 2 Valve
Displacement   154.9 cm3
Bore x Stroke   56.0 mm x 62.9 mm
Engine Output   14.8ps@8000rpm
Torque   14N-m@6000rpm
Fuel System   Carburettor
Starter System   Electric
Transmission Type   5 Speed, MT

Brake

Front   Disc
Rear   Disc

Suspension

Front   Telescopic
Rear   Swing Arm, Mono Suspension

 

5 Pos Siaga dan 30 Bengkel Mobil Siaga Suzuki Temani Pemudik

suzuki-peduli-mudik-2016

Mudik sudah menjadi tradisi unik keluarga Indonesia setiap menjelang Hari Raya Idul Fitri. Begitu juga menjelang Idul Fitri 1437 Hijriah kali ini.

Seperti tradisi tahun-tahun sebelumnya, menyambut musim mudik tahun ini, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) kembali menyelenggarakan program Suzuki Peduli Mudik.

Program yang digelar untuk keenam kalinya sejak 2010 ini akan berlangsung mulai 1 Juli 2016 hingga 10 Juli 2016, dengan tajuk ‘Terus Mengawal Perjalanan Keluarga Anda’.

Tujuan program ini adalah untuk mengawal semua pelanggan Suzuki mudik aman dan nyaman sampai tiba di kampung halaman, begitu juga saat ke Jakarta dan kota besar lainnya.

Halo Suzuki Mudik Assistance (HSMA) yang telah berjalan sejak 2014 lalu, kembali beroperasi selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran 2016 ini dengan penambahan fitur Aplikasi di ponsel Android.

Tim HSMA akan mengawal pelanggan Suzuki yang telah mengunduh Aplikasi Suzuki Peduli Mudik 2016  atau yang mengunjungi Pos dan Bengkel Siaga.

Tim HSMA menyediakan Call Center Halo Suzuki di nomor 08001100800 24 jam bebas pulsa.

Update Suzuki Gixxer di Indonesia

suzuki-gixxer-150_20160627_092033

Setelah tanpa kepastian selama hampir dua tahun, Suzuki Indomobil Sales (SIS) roda dua, memberi sinyal positif akan kehadiran produk barunya, Gixxer, di Indonesia. Produk ini sudah diperkenalkan di Delhi Auto Show 2014 dan sudah di pasarkan di India hingga saat ini.

Riecky Patrayudha, Head of Service Department SIS mengatakan, hanya tinggal beberapa waktu lagi dan waktu kehadiranya tidak akan lama lagi.

“Beberapa bulan ke depan akan di selesaikan. Waktunya tidak jauh-jauh kok, tunggu saja,” ujar Riecky, Jumat (24/6/2016).

Saat ditanyakan apakah model yang ada nanti serupa dengan yang di India, Riecky memastikan kalau Gixxer Indonesia akan lebih “keren”. Namun dia masih enggan memberikan informasi, terkait model apa yang akan hadir, Gixxer fairing atau naked.

“Tapi yang di Indonesia akan lebih keren lagi, yang ini (Gixxer untuk pasar lokal) berbeda dengan yang saya lihat di India. Kalau itu (fairing atau naked) nanti ditunggu saja,” ujar Riecky.

Apakah akan diproduksi di Indonesia? Riecky hanya menjawab singkat. “ Sepertinya, seperti itu,” kata Riecky.

Jika mengingat perkataan Seiji Itayama, Managing Director Marketing Division (2W), nampaknya Gixxer Indonesia, akan menggendong mesin yang sama dengan Satria Injeksi.

Konsep satu platform untuk beberapa model ini (serbaguna/versatile), sudah diaplikasikan Honda pada Sonic, CB150R StreetFire, CBR150, dan Supra GTR yang menggendong mesin serupa.