Category Archives: General

570.000 motor anyar beredar di jalanan Indonesia

Penjualan sepeda motor di bulan ke-11 tahun 2016 ini terbilang stagnan dibanding bulan sebelumnya. Pada November lalu, sebanyak 570 ribu motor dari lima merek anggota Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) terjual.

Dari data AISI yang diterima detikOto, Jumat (9/12/2016), penjualan wholesales (dari pabrik ke diler) domestik sepeda motor anggota AISI (Honda, Yamaha, Kawasaki, Suzuki dan TVS) total terjual sebanyak 570.923 unit. Angka itu sedikit turun dibandingkan bulan Oktober yang tercatat sebanyak 571.201 unit.

Total dari Januari sampai November, penjualan sepeda motor domestik menyentuh angka 5.493.521 unit. Masih ada sebulan lagi untuk mencapai target penjualan 6 juta unit. Jika ingin mencapai targetnya, penjualan di bulan Desember minimal harus 506.479 unit.

Honda masih mendominasi penjualan sepeda motor Tanah Air. Pabrikan itu menjual 450.331 unit motor pada bulan November. Total sampai November, Honda menjual 4.071.092 unit dengan pangsa pasar 74,11 persen.

Berikut rincian penjualan sepeda motor bulan November 2016 per merek.

1. Honda: 450.331 unit
2. Yamaha: 107.501 unit
3. Kawasaki: 8.104 unit
4. Suzuki: 4.857 unit
5. TVS: 130 unit
Total 570.923 unit.

(Detikoto)

4ddc36bb-a1af-4b3b-a666-0a8459573e9f_43

Advertisements

10 motor terlaris di bulan Oktober 2016

4ddc36bb-a1af-4b3b-a666-0a8459573e9f_43

Dari Januari sampai Oktober 2016, penjualan sepeda motor anggota Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) di dalam negeri mencatat angka 4.922.598 unit. Dua merek besar yakni Honda dan Yamaha masih mendominasi.

Menurut data AISI yang diperoleh detikOto, Kamis (10/11/2016), Honda sampai Oktober 2016 meraih pangsa pasar 73,55 persen. Sedangkan pangsa pasar Yamaha sebesar 23,74 persen.

Untuk jenis motornya, skuter matik (skutik) menjadi motor yang paling diminati di Indonesia. Skutik terjual sebanyak 3.866.765 unit atau 78,55 persen dari total penjualan sepeda motor. Setelah skutik ada motor sport dengan angka 543.854 unit atau 11,05 persen dari total penjualan dan motor bebek dengan angka 511.979 unit atau 10,40 persen dari pasar.

Honda BeAT Series adalah motor paling laris nomor satu di Indonesia. Pada Oktober 2016, skutik andalan Honda ini terjual sebanyak 201.880 unit.

Untuk lebih jelasnya, berikut detikOto sajikan daftar 10 motor terlaris di Indonesia berdasarkan data AISI.

1. Honda BeAT Series: 201.880 unit
2. Honda Vario Series: 121.255 unit
3. Honda Scoopy: 52.266 unit
4. Yamaha Mio M3: 32.926 unit
5. Yamaha NMAX: 25.825 unit
6. Honda CB150R StreetFire: 17.898 unit
7. Honda Supra X 125: 16.808 unit
8. Honda Revo: 12.865 unit
9. Yamaha V-Ixion: 12.516 unit
10. Yamaha Fino: 11.237 unit.

 

(Detik oto)

Animo Yamaha XMax 250 di IMOS 2016

Akhirnya MRW menyempatkan untuk melihat gelaran Indonesia Motorcycle Show 2016 di JCC Senayan Jakarta. Berangkat dari Bandung jam 10 pagi dan transit istrihat di hotel Aryaduta dulu,baru kemudian meluncur pake Gojeg ke TKP.

Dengan tiket masuk 20 ribu Rupiah, langsung masuk ke venue depan yang diisi Respiro disisi kiri serta SHAD di kanan. berjejer selanjutnya produsen helm. Masuk ke hall utama berjejer produsen motor  Yamaha, Honda, Kawasaki, Suzuki,TVS, BMW, KTM serta TDR dan juga produsen oli Pertamina serta Idemitsu dan Evalube. Dan ada beberapa yang lainnya di bagian belakang.

p_20161105_163119

Di booth Yamaha, terlihat sepertinya animo pengunjung terhadap Xmax250 yang diwakili sampel XMax300 serta sang Aerox155 – sangat besar sekali. Keluarga Max series berjejer NMax, XMax dan TMax. Juga ada display Tricity yang katanya berstatus impor dari Thailand.

p_20161105_182230

Kembali ke disain statis XMax250 (300), dari tongkrongan sudah menyiratkan aura gagah dan sporti serta modern. Selain juga pandangan mata headlamp sipit LED nya yang terliht tajam menggairahkan.

Layak tunggu nih sang XMax250.

Apa Yang Terjadi Jika Oli Mobil Anda Tidak Pernah Diganti?

img_0092

Apa Yang Terjadi Jika Oli Mobil Anda Tidak Pernah Diganti?

Oli adalah pelumas yang sangat penting bagi mesin mobil, yang dapat mencegah kerusakan akibat terjadinya gesekan antara komponen logam yang satu dengan yang lainnya. Contohnya, melumasi piston saat bergerak naik dan turun didalam silinder.
Tanpa oli, suhu panas yang diakibatkan gesekan antara komponen logam akan sangat tinggi hingga permukaannya menyatu seakan dilas dan membuat mesin tak lagi dapat beroperasi. Dan jika mesin mobil Anda memiliki oli yang cukup namun tidak pernah menggantinya, maka dapat dipastikan bahwa dua hal berikut ini akan terjadi :

1. Kotoran didalam oli akan menumpuk. Filter oli akan akan menyaringnya untuk sementara, tetapi setelah melampaui batas kemampuan untuk menyaring, maka filter tersebut akan tersumbat dan oli kotor secara otomatis akan memotong jalur menuju filter melalui relief valve. Kotoran yang terkandung dalam oli tersebut cukup kasar sehingga dapat menyebabkan keausan pada komponen bergesek yang dilaluinya.

2. Aditif dalam oli seperti deterjen, dispersan, anti karat dan peredam gesekan akan terus melemah, sehingga fungsi pelumasan pada oli tidak lagi bekerja sebagaimana semestinya.

Semakin lama oli akan menjadi semakin kotor dan fungsi pelumasan akan semakin berkurang, sementara komponen-komponen bergesek akan semakin aus, hingga mesin tersebut akan berhenti bekerja. Namun hal ini tidak akan terjadi seketika saat Anda lupa melakukan penggantian oli rutin. Mesin mobil pada umumnya mampu melalui hal tersebut dalam jangka waktu yang cukup lama ataupun menempuh ribuan kilometer sebelum pada akhirnya rusak total.

Oleh karena itu gantilah oli mobil Anda secara rutin sesuai dengan rekomendasi yang dianjurkan pabrik atau buku panduan mobil Anda. Dengan begitu Anda tidak hanya memperpanjang umur mesin mobil Anda, namun juga mempertahankan harga jualnya kembali. (ALFA OLI)

Tantangan Menuju Euro 6

Diskusi Forwot/DIDIH HUDAYA
SEJUMLAH pembicara dalam diskusi bertema “Tantangan Menuju Euro 6” yang digelar Forum Wartawan Otomotif (Forwot) di Jakarta, Rabu 27 Juli 2016.*

DISKUSI dengan tema “Tantangan Menuju Euro 6” menjadi pembahasan Forum Wartawan Otomotif (Forwot) di Jakarta, Rabu 27 Juli 2016. Berdiskusi bersama Pertamina dan Gaikindo (Gabungan Industri Otomotif Indonesia), serta Pemerhati lingkungan hidup Komisi Penghapusan Bensin Bertimbel atau KPBB.

Mengawali diskusi yang dihadiri perwakilan jurnalis cetak dan online, Ketua Umum Forwot Indra Prabowo menegaskan perlunya membahas Euro 6 sejak sekarang. Negara-negara di Eropa telah menerapkan standar Euro 6, sementara Indonesia masih Euro 2 dan berwacana mengaplikasi Euro 4 pada 2018.

“Kami tak ingin Indonesia terus tertinggal. Dari forum ini kita ingin mengetahui sesiap apakah Indonesia untuk menuju ke Euro 6,” ujar Indra Prabowo. Sementara Munawar Challil ‘memanaskan’ suasana dengan mengungkapkan bahwa Indonesia mengalami ketertinggalan teknologi yang seharusnya kita lebih mapan berbanding negara-negara lainnya di ASEAN.

“Melihat sejarah Indonesia bahwa industri permobilan sudah berjalan sejak tahun 1920-an. Sementara melihat Filipina hingga Thailand baru memulai di tahun 1960-an. Semuanya bergantung pada ketegasan dari Pemerintah untuk memaksa industri menerapkan teknologi lebih advanced,” katanya.

Sementara Puput dari KPBB, berujar bahwa kita memakai momentum roadmap dengan booming Euro 4 di Asia, mengapa kita tidak mencuri start menyiapkan Euro 6. Mudah-mudahan di tahun 2019, Pertamina bersama investor dari Rusia juga sudah memikirkan bahan bakar tak hanya Euro 4,” ujar Puput.

“Di kawasan Scandinavian sudah menetapkan di tahun 2020 tak lagi ada emisi gas buang. Repotnya kita adalah negara yang masih menjadi pasar. Tak lepas dari policy Pemerintah. Karena kita adalah pasar terakhir ketika melihat Euro3 dimulai tahun 2018,” ujar Tri Yus Widjajanto peserta diskusi.

Yus menambahkan untuk Euro 6 harus disiapkan teknologi mesin yang lebih maju dan proses emisinya tidak boleh ada Pb, Mn dan Fe.

Lebih detailnya sistem pembuangan bahan bakar sudah aplikasi 4-Way Catalytic Converter. Bila Pertamina menuruti Euro 6 namun di industri masih menerapkan Euro 2. Tapi saat ini Pertamina masih menyesuaikan apa yang dipasarkan di masyarakat sebab dari sisi market lebih memilih yang menguntungkan. Solusi teknologi sangat besar untuk menekan emisi gas buang, bergantung dari penentu kebijakan dan produsen apakah akan menerapkannya atau tidak.***

(otokir-PR)

6th Anniversary & Halal Bil Halal AHPI 2016

AHPI – Asosiasi Honda Phantom Indonesia – merupakan kumpulan pemakai motor Honda Phantom, akan merayakan ulang tahunnya yang ke 6 dan sekalian halal bil halal 2016 pada:

July 22 – July 24
Jul 22 at 11 PM to Jul 24 at 5 PM
Taman Candra Wilwatikta
Pandaan, Pasuruan
HUT AHPI ke 6 (2016) & Halal bil halal 1437h. Asosiasi Honda PHANTOM INDONESIA – AHPI
Dengan rundown acara sbb:
13723872_537525469771215_4310745659564537919_o
Chapter nya tersebar diberbagai kota besar pulau Jawa, Bali, NTT, Sumatra dan beberapa anggota di belahan bumi pertiwi kita tercinta ini.

Akhir Arus Balik 2016

17 Juli pemudik arus balik USEP0165

PEMUDIK sepeda motor berboncengan dengan membawa barang saat arus balik melintasi semi terowongan Lingkar Nagreg, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, Minggu 17 Juli 2016. Arus balik masih berlangsung yang didominasi oleh pemudik sepeda motor.*

(otokir-PR)

Tingginya Bea Masuk untuk Moge

Jakarta – Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea Cukai Kementerian Keuangan ‎angkat bicara perihal penyebab penutupan dealer PT Mabua Motor Indonesia. Manajemen Mabua Motor sebelumnya mengeluhkan tingginya tarif pajak dan bea masuk yang berdampak kepada bisnisnya.

Salah satunya terkait kenaikan pungutan bea masuk motor besar dari 30 persen menjadi 40 persen yang tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 132/PMK.03/2015.

Direktur Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai Ditjen Bea Cukai Sugeng Aprianto mengakui, pemerintah telah merevisi atau menyesuaikan tarif bea masuk pada Juli 2015. Perubahan ditandai dengan penerbitan PMK Nomor 132 Tahun 2015.

“Salah satu yang berubah adalah bea masuk untuk motor dalam kondisi CBU (non-CKD) di atas 250 CC yang sebelumnya 30 persen menjadi 40 persen. ‎Sementara untuk motor kondisi CKD tidak mengalami perubahan dalam rangka mendukung industri perakitan,” kata Sugeng saat dihubungiLiputan6.com, Jakarta, Rabu (10/2/2016).

Menurut dia, perubahan tarif bea masuk motor besar bukan tanpa alasan. Kenaikan tarif bertujuan meningkatkan investasi dan proteksi industri, termasuk industri kendaraan bermotor atau roda dua. ‎Sementara tarif bea masuk motor CKD tetap dipertahankan untuk mendukung industri perakitan.

Dalam menetapkan penyesuaian tarif dari 30 persen menjadi 40 persen, diakui Sugeng merupakan usulan dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Kemudian selanjutnya dibahas dalam tim tarif nasional atau lintas kementerian/lembaga untuk ditetapkan kenaikan tarif yang tepat.

“‎Jadi nanti jika ada usulan baru (relaksasi tarif) dari kementerian/lembaga, maka Kemenperin dan tim tarif nasional akan membahasnya lebih lanjut,” tutur Sugeng.

Sebelumnya, Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak Kementerian Keuangan Mekar Satria Utama sudah menanggapi keluhan dari manajemen agen penjualan Harley Davidson di Indonesia soal sejumlah pungutan bagi impor motor besar.

Mekar mengungkapkan, pengenaan pajak penghasilan (PPh) 22 impor dikenakan bagi Wajib Pajak importir yang melakukan impor motor gede (moge) dan dapat dikreditkan di SPT Tahunan PPh.

“Sedangkan pungutan PPh 22 barang sangat mewah untuk moge serta kenaikan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) memang bertujuan untuk membatasi konsumsi,” dia menjelaskan.

Dengan kata lain, pengenaan pajak-pajak tersebut akan berpengaruh terhadap harga jual motor Harley Davidson.

Menurut Mekar, hal itu dianggap wajar mengingat pembeli atau konsumen moge ini merupakan kalangan atas. “Kalau mau punya motor itu, ya harus membayar mahal,” tegas Mekar.

Selama ini, diakuinya, belum ada pengusaha atau perusahaan yang datang dan mengeluhkan tentang tarif pajak tersebut kepada Ditjen Pajak.

“Belum ada kok yang datang ke kami dan mengeluhkannya. Jadi  seharusnya pajak bukan menjadi alasan dari ketidakmampuan perusahaan bersaing atau efisiensi,” dia menambahkan.

Kata Mekar, pemerintah membuka kesempatan merelaksasi atau melonggarkan kebijakan, termasuk pungutan pajak apabila terbukti membebani dunia usaha. Namun semua itu perlu dilakukan kajian terlebih dahulu mengenai dampaknya.

“Kita terbuka kok, seperti PPN sapi kemarin yang sudah direvisi. Kalaupun minta direlaksasi, perlu dikaji dulu dampaknya sejauh mana tidak serta-merta hanya karena misalnya Dealer Harley tutup saja,” katanya.

Seperti diketahui, penutupan dealer PT Mabua Motor Indonesia di Iskandarsyah pada Oktober 2015 tak banyak membantu. Alih-alih melakukan efisiensi, agen Harley-Davidson justru tak kuat menahan beban.

Surat yang mengatasnamakan Presiden Direktur PT Mabua Harley-Davidson Djonnie Rahmat menyedot perhatian. Secara terang benderang, mereka mengaku tak kuat lagi menjual motor gede (moge) asal Amerika itu di dalam negeri.

Sebagaimana yang tertuang pada surat itu, ada banyak kendala yang harus dihadapi para pemain motor besar.

Tentu saja pelemahan rupiah terhadap dolar AS yang terjadi sejak 2013 membuat langkah perusahaan tertatih-tatih. “Sampai saat ini mencapai lebih kurang 40 persen (pelemahannya),” kata Djonnie.

Parahnya lagi, aturan yang diterbitkan pemerintah kian memperparah kondisi. Tarif bea masuk serta pajak terkait dengan impor dan penjualan besar makin membuat konsumen enggan membeli motor besar.

Djonnie menambahkan, ada empat aturan yang selama ini memberatkan importir motor besar, yakni:

PMK No 175/PMK.011/2013 tentang Kenaikan Tarif PPh 22 Import dari 2,5 persen menjadi 7,5 persen;

PP No 22 Tahun 2014 tentang Kenaikan Pajak Penjualan Barang Mewah dari 75 persen menjadi 125 persen;

PMK No 90/PMK.03/2015 tentang Penetapan Tarif PPh 22 Barang Mewah untuk Motor Besar dengan Kapasitas Mesin di Atas 500 cc dari 0 persen menjadi 5 persen; dan

PMK No 132/PMK.010/2015 tentang Kenaikan Tarif Bea Masuk Motor Besar dari semula 30 persen menjadi 40 persen.

“Total keseluruhan pajak untuk importasi motor besar mencapai hampir 300 persen, tidak termasuk bea balik nama dan lain-lain. Faktor-faktor di atas telah mengakibatkan kelesuan pasar serta penurunan minat beli,” tutur Djonnie. (Fik/Nrm)

Melangkah dari motor harian CC kecil ke motor sport 250cc

Rebel_2016_Suspension

MRW mencoba mengulas judul diatas dengan perpindahan dari model motor harian (commuter/daily use) yang kubikasi mesinnya di rentang 100-150cc an bisa dalam format motor bebek, metik, sport, sport naked. Didibilang harian katena pemakaiannya untuk kebutuhan mobilitas sehari-hari seperti pergi ke sekolah, ke pasar dan rutinitas lainnya.

KESAN LEBIH BERAT – anggap kita sekarang menggunakan motor sejuta umat Honda BeAT dan berniat menggunakan motor sport Ninja 250cc 2 silinder misalnya. Kesan pertama adalah bobot Ninja 250cc lebih berat. Berat ini bisa membuat tidak pede mengendarai sehingga perlu beberapa waktu untuk adaptasi.

KESAN KENYAMANAN PAKAI (ERGONOMI) – dari menggunakan metik BeAt yang tegak santai dan jarak duduk dan stang yang pendek ke model membungkuk dan agak lebih merentang lagi posisi tangan, bisa membuat kenyamanan berkurang dan merubah pola berkendara menjadi lebih agresif karena menghindari pegal dan berat sang Ninja 250cc.

KESAN BOROS BENSIN – dengan CC lebih kecil, Honda BeAt jelas bisa lebih hemat bahan bakar,sementara Ninja 250cc lebih boros.

Kesipulan sepintasnya ya naik segmen ke sport 250cc 2 silinder itu akan mendapatkan motor yang lebih berat, ergonomi berubah serta lebih boros – yang kalau dihubungkan dengan penggunaan harian akan kurang cocok menurut MRW. Apalagi moge. 🙂

 

Perjalanan Mario Iroth Menembus Cuaca Dingin New Zealand

Mario Iroth berpose di salah satu sudut kota Auckland, New Zealand, Rabu, 13 Juli 2016.*/DOK. WHELL STORY/PR

AUCKLAND,(PR).- Setelah harus rela mengundur waktu keberangkatan, Mario Iroth akhirnya dapat melakukan kembali petualangannya dengan mengendarai sepeda motor. Pada perjalanan Wheel Story (WS) yang keempat, ia akan melakukan perjalanan dari New Zealand, Australia, Timor Leste, dan kembali ke tanah air.

Dari surat elektronik yang Mario kirimkan kepada Otokir, Rabu, 13 Juli 2016, kini ia telah tiba di Auckland, New Zealand. Cuaca di sana pun dilaporkan dia sedang dingin.

“Akhirnya, setelah melewati proses yang panjang, motor kami sudah bisa mengaspal di New Zealand dengan aman. Jumat lalu motor telah lulus bio inspeksi, namun karena hari sudah sore dan kantor custom sudah tutup maka kami harus menunggu pengambilan berkas pada hari Senin kemarin,” tulisnya.

Dikatakan Mario, pengurusan admisnistrasi memang cukup panjang. Setelah selesai, sepeda motor dapat dibawa keluar dari gudang. Ia pun langsung memasang baterai dan mengisi bahan bakar.

“Saya langsunG melakukan inspeksi kendAraan di VINZ (Vehicle Inspection New Zealand) dan WOF (Warranty of Fitness). Hal itu dilakukan guna mendapatkan surat laik jalan,” katanya.

Seusai itu, motor diberi tanda dengan menempelkan stiker lulus inspeksi. Kemudian pada pElat nomor polisi Indonesia diberi tambahan pelat nomor.

Mario menjelaskan, cuaca di New Zealand pada siang hari 14 derajat selsius saat ada matahari. Namun pada malam hari dapat mencapai 6 derajat selsius dan itu menusuk tulang dinginnya.

Setelah usai melakukan inspeksi dan pemeriksaan, Mario langsung memulai petualangannya di New Zealand dengan mengambil rute ke bagian selatan. Tepatnya sekitar 50 kilometer dari Auckland untuk menyewa caravan untuk bermalam.

“Hari ini kami akan riding menuju Rotorua sekitar 220 kilometer selatan Auckland. Di sana, kita bisa menemukan suku Maori dan semua tentang Maori dengan pemandangan danau dan alam yang indah,” jelasnya.

Sebelum tiba di New Zealand, Mario melakukan perjalan dari Jakarta, kemudian Lampung, Padang, dan akhirnya tiba di Kuala Lumpur, Malaysia. Dari sana, sepeda motor dikirim ke New Zealand, dan dia menggunakan pesawat juga.

Perjalanan yang dilakukan Mario pada WS ini adalah melanjutkan suksesi dia pada tahun sebelumnya di WS ke-3. Ketika itu, dia berangkat dari Paris van Java (Bandung) menuju Paris (Prancis) dengan mengendarai sepeda motor.

Pada WS ke-4, Mario akan melakukan perjalanan berbeda. Jika sebelumnya berangkat dari Indonesia, kini finisnya yang akan di tanah air.

Adapun perjalanan yang dilakukan adalah mulai dari New Zealand, Australia dan kembali ke tanah air. Perjalanan tersebut diperkiarakan akan mengambil waktu 280 hari, dengan jarak ditempuh sekitar 35 ribu kilometer.

Dikatakan Mario, tantangan iklim maupun alam ekstrem menjadi tantangan tersendiri pada perjalanan kali ini. Termasuk fisik dan motor yang digunakan.

Pada perjalanan ini pun ia akan kembali ditemani oleh Lilis Handayani yang ia bonceng. Lilis bertugas mendokumentasikan seluruh kegiatan dan perjalanan Mario pada WS ke-4.***

Kemacetan di Lembang diprediksi sampai akhir pekan ini

PRLM 13 Juli Kemacetan Lembang_WIW_1022

POLISI mengatur kemacetan yang terjadi di jalur wisata Lembang di Desa Gudangkahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Rabu 13 Juli 2016. Kemacetan yang terjadi di wilayah tersebut diprediksi akan terjadi hingga akhir pekan ini seiiring berakhirnya liburan Lebaran.* (PR)

Seperti dilansir dari harian Bandung – Pikiran Rakyat kemacetan di lembang baik hari libur besar atau tiap akhir pekan sering terjadi.

1,3 Juta Kendaraan Lewati Padalarang Selama Mudik Lebaran 2016

PRLM 12 Juli Arus balik Padalarang_WIW_0695

PEMUDIK sepeda motor melintas di Jalan Raya Padalarang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa 12 Juli 2016. Hingga Senin 11 Juli 2016, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bandung Barat mencatat sebanyak 1,3 juta kendaraan melintasi Padalarang selama arus mudik dan arus balik Lebaran 2016. Jumlah tersebut akan terus bertambah karena arus balik masih akan terus berlangsung meskipun puncaknya sudah terjadi beberapa hari lalu.*

(PR)