Daily Archives: August 4th, 2016

Perbedaan Honda Jazz GD3 Tipe VTEC dan i-DSI

Beda Tipe Honda Jazz VTEC dan i-DSI – Apa perbedaan tipe Honda Jazz VTEC dan i-DSI? Begitulah kira-kira pertanyaan yang sering diajukan oleh Honda Fanboy di beberapa forum mobil luar begeri maupun dari forum dalam negeri. Baik, untuk kesempatan kali ini Admin akan menjelaskan satu persatu perbedaan ini, khususnya di bagian engine bay.

Honda Jazz GD3 merupakan Honda Jazz edisi pertama yang dihadirkan di Indonesia sebelum adanya generasi penerusnya yaitu Honda Jazz GE8. Honda Jazz GD3 hadir dengan 2 varian yang berbeda, yaitu Honda Jazz GD3 yang bermesin VTEC dan varian lainnya yaitu Honda Jazz yang bermesin i-DSI.

qq

VTEC, merupakan singkatan dari Variable Valve Timing and Lift Electronic Control, yaitu teknologi pengatur valve yang dirancang oleh produsen Honda, hingga sekarang masih digunakan pada beberapa jajaran mesin Honda yang belum memiliki sistem i-VTEC. Keunggulan dari teknologi VTEC sendiri terletak pada kemampuan mesin yang bersilinder kecil saat menghasilkan tenaga yang hampir sama dengan mesin mobil yang bersilinder besar, di lain pihak juga memberikan konsumsi bahan bakar yang irit dan nyaman digunakan untuk harian.

42

Sedangkan i-DSI merupakan mesin hasil pengembangan terbaru dari Honda dengan desain yang compact ringan, compact, dan memiliki performa tinggi. i-DSI adalah mesin “seri-i” Honda yang kedua. Mesin i-DSI ini memiliki ruang pembakaran dengan dua busi pada tiap-tiap silinder. Sistem dual & sequential ignition berfungsi untuk mengatur waktu proses urutan pengapian dari kedua busi, yaitu pada langkah hisap dan langkah buang, berdasarkan pada kecepatan dan beban dari kinerja mesin. Pengaturan ini memungkinkan proses pembakaran yang menyeluruh serta momen puntir yang besar saat kecepatan rendah-menengah. Sistem ini menghasilkan keseimbangan yang tinggi antara penggunaan bahan bakar yang ekonomis serta tenaga yang responsif.

(topgir)

 

Motor Yamaha Indonesia berjaya di mancanegara

bd063db1-0ce8-4fa3-b207-b28965336803_43

Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) terus mengirimkan sepeda motor buatan Indonesia ke berbagai negara. Yamaha NMax, R25 dan MX King menjadi penyumbang ekspor motor Yamaha.

Setelah diluncurkan pada tahun lalu, skuter matik (skutik) NMax masih menjadi motor favorit di mancanegara. Dalam enam bulan pertama di tahun 2016 NMax merupakan varian yang paling banyak diekspor oleh Yamaha Indonesia.

Seperti tertulis pada siaran pers yang diterima detikOto, Senin (1/8/2016), dari Januari hingga Juni kemarin, jumlah Nmax yang diekspor sebanyak 19.640 unit. Semuanya diekspor ke beberapa negara di Asia, Australia, Amerika Serikat, Amerika Selatan, juga Eropa.

Pada Juni kemarin, ekspor Nmax mengalami peningkatan 38% dari bulan Mei. Pada Mei, Yamaha mengekspor 2.200 unit NMax, sementara Juni ekspor NMAX naik menjadi 3.040 unit.

Di urutan kedua yang paling banyak diekspor setelah Nmax, adalah YZF-R25 atau dikenal YZF-R3 di beberapa negara. Dalam semester I tahun 2016 kemarin ada 17.720 unit yang diekspor.

Motor ini makin mendunia setelah menjadi motor official VR46 Riders Academy dan digunakan pebalap Indonesia, Galang Hendra dan Imanuel Pratna saat dilatih Valentino Rossi dalam program Master Camp di Italia.

“Nmax dan R25/R3 masih menjadi yang paling banyak diekspor. Seperti di dalam negeri, Nmax jadi motor favorit di pasar luar juga. Tentunya kondisi ini sangat menggembirakan di tengah market yang tengah lesu. Sedangkan R25/R3 terdongkrakimage-nya berkat VR46 Riders Academy, dengan duta dari Indonesia rider Galang Hendra dan Imanuel Pratna yang sukses menimba ilmu dari Valentino Rossi di Italia. Ekspornya pun terus mengalir, menandai masih disukainya motor itu,” ujar Asisten GM Marketing PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) Mohammad Masykur.

Di urutan ketiga motor yang paling banyak diekspor Yamaha pada semester I kemarin adalah MX King 150 yang didistribusikan sebanyak 15.800 unit. Filipina masih menjadi negara pemasok utama motor ini.
(rgr/rgr)-detikoto