Daily Archives: July 16th, 2016

Melangkah dari motor harian CC kecil ke motor sport 250cc

Rebel_2016_Suspension

MRW mencoba mengulas judul diatas dengan perpindahan dari model motor harian (commuter/daily use) yang kubikasi mesinnya di rentang 100-150cc an bisa dalam format motor bebek, metik, sport, sport naked. Didibilang harian katena pemakaiannya untuk kebutuhan mobilitas sehari-hari seperti pergi ke sekolah, ke pasar dan rutinitas lainnya.

KESAN LEBIH BERAT – anggap kita sekarang menggunakan motor sejuta umat Honda BeAT dan berniat menggunakan motor sport Ninja 250cc 2 silinder misalnya. Kesan pertama adalah bobot Ninja 250cc lebih berat. Berat ini bisa membuat tidak pede mengendarai sehingga perlu beberapa waktu untuk adaptasi.

KESAN KENYAMANAN PAKAI (ERGONOMI) – dari menggunakan metik BeAt yang tegak santai dan jarak duduk dan stang yang pendek ke model membungkuk dan agak lebih merentang lagi posisi tangan, bisa membuat kenyamanan berkurang dan merubah pola berkendara menjadi lebih agresif karena menghindari pegal dan berat sang Ninja 250cc.

KESAN BOROS BENSIN – dengan CC lebih kecil, Honda BeAt jelas bisa lebih hemat bahan bakar,sementara Ninja 250cc lebih boros.

Kesipulan sepintasnya ya naik segmen ke sport 250cc 2 silinder itu akan mendapatkan motor yang lebih berat, ergonomi berubah serta lebih boros – yang kalau dihubungkan dengan penggunaan harian akan kurang cocok menurut MRW. Apalagi moge. 🙂

 

Teknologi handling terbaru Mazda

1838358MAzda-GVC-1780x390

Tokyo – Mazda mulai memberikan detail teknologi pertama dari rangkaian inovasi SkyActive-Vehicle Dynamics untuk memperbaiki dan berhubungan dengan pergerakan serta pengendalian mobil.

Teknologi pertama dari seri itu adalah G-Vectoring Control (GVC), diklaim sebagai sistem satu-satunya di dunia yang mampu mengontrol torsi mesin dari masukan pergerakan setir. Intinya, teknologi ini mempertimbangkan mendistribusi bobot ban.

Keinginan pengemudi diterjemahkan dari pergerakan setir, lalu mobil dengan pintar menghitung algoritma lateral dan longitudinal yang dihubungkan dengan tekanan saat mobil akselerasi dan berbelok.

Mazda mengklaim, optimalisasi bobot pada masing-masing ban membuat mobil bertahan di ”garisnya” sesuai ”perintah pengemudi, sekaligus mengurangi koreksi pada setir. Ini juga yang membuat traksi pada masing-masing ban bikin pengemudi makin percaya diri.

Handling yang sangat baik ini akan sangat berguna saat mobil melaju di lintasan basah, bersalju, atau permukaan jalan yang kurang baik. Sebagai bonus, GVC juga berguna untuk membuat nyaman mobil saat pedal gas diinjak untuk berakselerasi.

GVC akan pertama diterapkan pada Mazda3 terbaru di Jepang. Lalu disusul Mazda6 di Amerika Serikat. Rentetan teknologi lain SkyActiv-Vehicle Dynamics akan menyusul dalam waktu dekat.

(kompasotomotif)

Seting sokbreker depan Yamaha NMAX ala Ohlins dan YSS, lebih kental lebih enak!

Awalnya sokbreker depan Yamaha NMAX dirasa nyaman. “Tapi semakin lama bantingannya semakin keras,” gerutu Rio Emilio, salah satu pengguna Yamaha NMAX.

Biar makin nyaman, diseting ulang saja. Pria 36 tahun ini langsung ngacir ke markas Ohlins Indonesia di Jl. Cikini Raya, Jakpus untuk lakukan pengecekan sokbreker depannya. Setelah dibongkar, oli sokbreker depan NMAX yang odometer belum genap 1.000 km ini didapati keluar seperti air alias terlalu encer.

“Oli sokbreker yang paling baik adalah yang tingkat kekentalannya tetap konstan meskipun suhu di dalam tabung naik hingga 400 saat sokbreker bekerja,” buka Julfaisal, staf Service Centre, Ohlins Indonesia. Gantinya, pria yang akrab disapa Jul ini mengganti oli sokbreker depan dengan front fork fluid Ohlins.

“Lebih kental, viskositasnya 98,1 centiStokes (cSt),” beber Jul sambil menyebut harganya Rp 500 ribu dalam kemasan satu liter ditambah jasa pemasangan Rp 100 ribu.

Cara setingnya unik, teknisi Ohlins Indonesia ini terlebih dahulu mengisi penuh tabung sokbreker depan NMAX dengan oli baru. Kemudian dikurangi dengan cara disedot menggunakan alat khusus, untuk NMAX patokannya dikurang sampai oli mengalir sepanjang 70 mm di selang penyedotnya.

“Nah sisanya yang akan dipakai di sokbreker,” lanjut pria yang sering garap sokbreker balap ini.

Menurutnya komposisi ini paling pas diaplikasi pada NMAX dan merupakan hasil dari beberapa kali uji coba. Enggak hanya Ohlins, YSS juga menyediakan jasa custom sok depan NMAX.

“Kita ganti oli sokbrekernya pakai yang lebih kental dengan volume 75-85 ml di setiap tabung. Lalu sulingnya ditambahi satu lubang lagi agar sirkulasi oli jadi lebih bagus,” jelas Dwi Sulistyo Hartoni, kepala mekanik TDR Technology Center – Mitra2000 di Cakung, Jaktim.

Untuk paket ini, harganya dipatok Rp 250 ribu per motor. • (otomotifnet)

Setting Sokbreker Depan Yamaha NMAX
Oleh tim Ohlins dan YSS, oli sokbreker depan Yamaha NMAX dirasa terlalu encer
Setting Sokbreker Depan Yamaha NMAX
Pertama buang oli lama dan bersihkan. Bongkar total tabung atas dan bawah lalu bersihkan dan semprot pakai angin kompresor
Setting Sokbreker Depan Yamaha NMAX
Sebelum memasukan oli, ukur dulu batas maksimal sebagai patokan saat mengurangi oli. Panjangnya 70 mm dari pengunci tabung di bagian atas
Setting Sokbreker Depan Yamaha NMAX
Setelah diisi dan dibuang angin dari bagian bawah tabung, oli yang tersisa disedot sesuai dengan jarak 70 mm yang sudah ditentukan sebelumnya
Setting Sokbreker Depan Yamaha NMAX
Sediakan kocek Rp 500 ribu untuk menebus 1 liter oli Ohlins ini dan tambah jasa seting Rp 100 ribu. Oiya, 1 liter bisa untuk 4 motor. Beli dan seting ramai-ramai saja biar hemat!